Luthfie menegaskan, penyidik masih mengumpulkan hasil pemeriksaan yang diperlukan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Kami masih menunggu hasil dari Peksos atau kementerian dalam hal ini Lapsos (Lembaga Perlindungan Anak Sosial), termasuk juga masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi dari Bidlabfor Polda Jawa Timur,” jelas Luthfie.
Kasus ini menjadi sorotan usai ayah korban, Abdul Wahid, mengungkapkan bahwa anaknya, seorang penderita down syndrome yang masih berusia 10 tahun meninggal diduga jadi korban bullying.
Abdul Wahid menyebut bahwa saat ditemukan, anaknya dalam kondisi tersungkur jatuh dari kursi roda dengan lilitan tali sepatu di leher, serta diduga ada sabun colek di mulutnya.
Artikel Terkait
Polisi Periksa Pelaku Video Viral Aniaya dan Perundungan Gadis Remaja, Ini Motifnya
Musrenbang Desa Tamaona Hadirkan Disabilitas, Anggota DPRD Muh.Bakti: Usulannya Akan Difasilitasi
Dimediasi Polisi, Murid SD Yang Melakukan Perundungan Dipindahkan Kesekolah Lain dan Kedua Belah Pihak Sepakat Damai
Disabilitas Bulukumba Raih Juara Kedua Police Art Festival 2022 di Polda Sulsel
Pemenuhan Hak Disabilitas, Permata Gelar Workshop "Project Desaku" Internalisasi Perdes Iklusi Bontomangiring Nomor 3 Tahun 2023
PPK Kindang Gelar Rakor Persiapan Sosialisasi Door To Door Sasaran Kaum Disabilitas
Komitmen Wujudkan Pemilu 2024 Ramah Disabilitas, Bawaslu Bulukumba Gelar Sosialisasi
Gerobak Kopi Ondeway Curi Perhatian, Penjualnya Penyandang Disabilitas
Kasus Bullying Anak SD di Bulukumba Mencuat, Aktivis Nilai Perlindungan Siswa Lemah
Rutin, BAZNAS Bulukumba Salurkan Bantuan Pangan untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
Dugaan Bullying Maut Guncang Pemalang, Siswa SD Kelas 2 Meninggal Dunia