Luthfie menegaskan, penyidik masih mengumpulkan hasil pemeriksaan yang diperlukan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Kami masih menunggu hasil dari Peksos atau kementerian dalam hal ini Lapsos (Lembaga Perlindungan Anak Sosial), termasuk juga masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi dari Bidlabfor Polda Jawa Timur,” jelas Luthfie.
Kasus ini menjadi sorotan usai ayah korban, Abdul Wahid, mengungkapkan bahwa anaknya, seorang penderita down syndrome yang masih berusia 10 tahun meninggal diduga jadi korban bullying.
Abdul Wahid menyebut bahwa saat ditemukan, anaknya dalam kondisi tersungkur jatuh dari kursi roda dengan lilitan tali sepatu di leher, serta diduga ada sabun colek di mulutnya.