Hubungan tersebut seharusnya dibangun dalam posisi yang saling menghormati.
Menjaga Pers Berarti Menjaga Informasi Publik
Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi, stabilitas, persatuan nasional, dan kepercayaan publik.
Dalam konteks tersebut, pers yang profesional dan sehat memiliki peran penting.
Karena itu, pernyataan Kepala Bakom Syahganda Nainggolan mengenai wartawan sebagai “nyawa negara” patut disambut sebagai gagasan yang dapat dikembangkan menjadi langkah konkret.
Jika wartawan memang merupakan nyawa negara ini, maka sudah saatnya kondisi mereka juga menjadi perhatian.
Bukan untuk menempatkan pers sebagai bagian dari kekuasaan, melainkan untuk memastikan mereka memiliki ruang yang sehat untuk menjalankan fungsi jurnalistiknya secara profesional dan independen.
Sebab menjaga wartawan bukan sekadar menjaga sebuah profesi.
Menjaga wartawan berarti menjaga kualitas informasi, menjaga ruang demokrasi, dan pada akhirnya ikut menjaga Indonesia.
Penulis:
Agus Sulistriyono
CEO Promedia Group
Artikel Terkait
Ketua Panitia Pelantikan 40 DPRD Bulukumba Meminta Maaf kepada Wartawan
Coffee Morning Bersama Wartawan, Kajari Bulukumba Utamakan Keterbukaan Informasi
Intimidasi Wartawan Berujung Mutasi Kapolda Sulsel
Laga Seru! Wartawan vs Jaksa, JOIN FC Bulukumba Menang Telak 4-0
Merajut Semangat Persatuan di HUT ke-80 RI, Ketua DPD JOIN Bulukumba Ajak Wartawan Isi Kemerdekaan dengan Karya
ASN Pimpin Organisasi Wartawan, SAS: FPRMI Itu Hanya Forum Ngopi