Kunjungan berlangsung dalam suasana kondusif. Tidak terjadi keributan selama proses peninjauan dan dialog berlangsung. Warga menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Dandim dan BPK dengan harapan persoalan lahan dapat diselesaikan secara adil.
Rombongan Dandim 1411/Bulukumba bersama BPK meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.00 WITA.
Meski berlangsung tertib, sejumlah warga menyampaikan sikap tegas terkait lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Di hadapan Dandim dan BPK, beberapa warga bahkan menyatakan kesiapannya mempertahankan lahan yang mereka kelola.
"Kalau tanah kami diambil untuk pembangunan Yon TP, lebih baik mati terkubur di kebun kami masing-masing," ujar sejumlah warga.
Pernyataan tersebut menggambarkan kuatnya keterikatan warga terhadap lahan yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga mereka. Warga berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi sosial dan penghidupan masyarakat dalam setiap keputusan terkait rencana pembangunan Yon TP di Hutang Anrang
Artikel Terkait
Kapolres Bulukumba Buka Sosialisasi SMA Kemala Taruna, 300 Siswa SMP Antusias
YouTuber Ferry Irwandi Konfrontasi Mobil yang Diduga Membuntutinya, Motif Masih Misterius
Yuddy Chrisnandi Soroti Perombakan 88 Perwira Polri di Awal Kepemimpinan Suyudi Ario Seto
Jangan Abaikan Gejala Ini! 5 Tanda Mutlak CVT Motor Matic Anda Sudah Harus Ganti Baru
Terduga Pelaku Kasus Meninggalnya Siswa SD di Pemalang Dikabarkan Dibawa Kabur, Polisi: Tidak Ada yang ke Luar Kota
Persiapan Pencairan Bansos Tahap 4, Ini Cara Daftar Mandiri Lewat Perlinsos
MK Tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Pemohon Dinilai Tak Punya Legal Standing
Gempa M5,2 Lombok Barat Dirasakan Kuat di Mataram, BMKG Ungkap Pemicunya
Vietnam Naik Kelas, Bursa Indonesia Masih di Bawah Malaysia dan Thailand
Usai Putusan MK, Refly Harun Prediksi Gibran Mundur dan Soroti Jalur Pemakzulan