Kunjungan berlangsung dalam suasana kondusif. Tidak terjadi keributan selama proses peninjauan dan dialog berlangsung. Warga menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Dandim dan BPK dengan harapan persoalan lahan dapat diselesaikan secara adil.
Rombongan Dandim 1411/Bulukumba bersama BPK meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.00 WITA.
Meski berlangsung tertib, sejumlah warga menyampaikan sikap tegas terkait lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka. Di hadapan Dandim dan BPK, beberapa warga bahkan menyatakan kesiapannya mempertahankan lahan yang mereka kelola.
"Kalau tanah kami diambil untuk pembangunan Yon TP, lebih baik mati terkubur di kebun kami masing-masing," ujar sejumlah warga.
Pernyataan tersebut menggambarkan kuatnya keterikatan warga terhadap lahan yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga mereka. Warga berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kondisi sosial dan penghidupan masyarakat dalam setiap keputusan terkait rencana pembangunan Yon TP di Hutang Anrang