BerandaNews.Com – Indonesia tengah menguji cara tak biasa untuk memperkuat sistem peringatan dini gempa bumi dengan memanfaatkan pengeras suara masjid.
Perangkat yang selama ini digunakan untuk mengumandangkan adzan tersebut diuji agar nantinya dapat berfungsi sebagai alarm yang menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.
Proyek percontohan ini merupakan kerja sama ilmuwan Jepang dan Indonesia dan direncanakan berlangsung hingga 2030.
Sejumlah masjid telah dihubungkan dengan jaringan sensor seismik untuk menguji apakah pengeras suara yang sudah tersedia dapat digunakan dalam sistem peringatan gempa.
Pemimpin proyek, Dr. Inoue Hiroshi dari Institut Penelitian Pencegahan Bencana Universitas Kyoto, mengatakan gagasan tersebut muncul dari pengalamannya meneliti gempa mematikan di Sumatra.
“Setiap komunitas memiliki masjid,” kata Inoue dikutip dari The Guardian Senin, (12/10/2026).
Menurut Inoue, keberadaan pengeras suara masjid menjadi salah satu keunggulan karena perangkat tersebut telah tersedia dan dirawat oleh masyarakat.
Kondisi itu dinilai dapat mengatasi salah satu persoalan utama dalam infrastruktur peringatan bencana, yakni pemeliharaan perangkat.
Indonesia sendiri memiliki jaringan masjid yang sangat luas dengan pengeras suara yang digunakan secara rutin.
Sistem tersebut dinilai berpotensi melengkapi teknologi peringatan bencana yang bergantung pada telepon seluler, terutama karena komunikasi dapat terganggu ketika gempa terjadi.
Sementara itu, Andi Eka Sakya selaku peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus kepala tim riset gabungan Indonesia, menyebut inisiatif tersebut berpotensi menjadi terobosan.
Namun, sistem tersebut saat ini masih berupa prototipe dan belum digunakan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat secara luas.
Andi menjelaskan, warga di lokasi sekitar 50 kilometer dari pusat gempa mungkin hanya memiliki waktu sekitar lima hingga 10 detik untuk merespons setelah gelombang gempa terdeteksi.
“Ini masih berupa prototipe, dan mereka belum mengeluarkan peringatan kepada masyarakat umum," tutur Andi.