nasional

Meski Dry Ice Telah Disemai, Warga Sebut Kabut Asap Palembang 22 Oktober 2026 Terparah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 02:59 WIB
Kondisi kabut asap pekat kembali terjadi di Palembang, Sumsel. (Threads/ggcempaka)

BerandaNews.Com - Warga Palembang kembali mengeluhkan tentang pekatnya kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Media sosial di berbagai platform ramai dengan sejumlah unggahan warga, menunjukkan kondisi Palembang yang masih diselimuti asap.

“Salah satu pagi terburuk di Kota Palembang. Sampai kapan bapak-bapak para pemimpin yang terhormat paru-paru kami dipaksa jadi cerobong asap?” tulis akun @ggcempaka pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam unggahan itu, ia juga membagikan video jalan penuh dengan kabut asap dan jarak pandang yang menurun.

“Lihat, enggak ada yang kelihatan. Jangankan hotel yang di ujung sana, apotek pun enggak kelihatan,” imbuhnya dalam video tersebut.

Selain itu, ia juga membagikan tangkapan layar kualitas udara Palembang pada pukul 06.00 WIB yang mencapai indeks AQI+ 1.115 dan masuk dalam kategori bahaya.

Video unggahan itu juga mempertanyakan upaya modifikasi cuaca yang dinilai belum menunjukkan hasil maksimal.

“Palembang nih, ini yang katanya berhasil modifikasi cuaca? Cuaca yang seperti apa? Udah enggak tahu lagi mau ngomong apa,” lanjutnya.

Utas lain pun turut dibagikan oleh akun Threads @_helloitsjan_, “Tolong kami! 3 bulan karhutla di Palembang masih terus berlangsung, asap makin hari makin parah, pandangan blur parah,” tulisnya.

Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menyemai dry ice sudah dilakukan sejak Kamis, 15 Oktober 2026 lalu.

Sampai Senin, 19 Oktober 2026, setidaknya sudah 11 kali dilakukan penyemaian dry ice dengan total menaburkan 8,8 ton dry ice.

Seperti pada Senin lalu, sebanyak 1,6 ton dry ice disemai dalam dua sortie, ditambah satu sortie penyemaian natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kg.

Adapun upaya modifikasi cuaca dengan dry ice, menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akan terus dievaluasi. Jika menunjukkan hasil efektif, akan digunakan di tempat terdampak lainnya.

Tags

Terkini