BerandaNews.Com - Warga Palembang kembali mengeluhkan tentang pekatnya kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Media sosial di berbagai platform ramai dengan sejumlah unggahan warga, menunjukkan kondisi Palembang yang masih diselimuti asap.
“Salah satu pagi terburuk di Kota Palembang. Sampai kapan bapak-bapak para pemimpin yang terhormat paru-paru kami dipaksa jadi cerobong asap?” tulis akun @ggcempaka pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam unggahan itu, ia juga membagikan video jalan penuh dengan kabut asap dan jarak pandang yang menurun.
“Lihat, enggak ada yang kelihatan. Jangankan hotel yang di ujung sana, apotek pun enggak kelihatan,” imbuhnya dalam video tersebut.
Selain itu, ia juga membagikan tangkapan layar kualitas udara Palembang pada pukul 06.00 WIB yang mencapai indeks AQI+ 1.115 dan masuk dalam kategori bahaya.
Video unggahan itu juga mempertanyakan upaya modifikasi cuaca yang dinilai belum menunjukkan hasil maksimal.
“Palembang nih, ini yang katanya berhasil modifikasi cuaca? Cuaca yang seperti apa? Udah enggak tahu lagi mau ngomong apa,” lanjutnya.
Utas lain pun turut dibagikan oleh akun Threads @_helloitsjan_, “Tolong kami! 3 bulan karhutla di Palembang masih terus berlangsung, asap makin hari makin parah, pandangan blur parah,” tulisnya.
Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menyemai dry ice sudah dilakukan sejak Kamis, 15 Oktober 2026 lalu.
Sampai Senin, 19 Oktober 2026, setidaknya sudah 11 kali dilakukan penyemaian dry ice dengan total menaburkan 8,8 ton dry ice.
Seperti pada Senin lalu, sebanyak 1,6 ton dry ice disemai dalam dua sortie, ditambah satu sortie penyemaian natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kg.
Adapun upaya modifikasi cuaca dengan dry ice, menurut Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) akan terus dievaluasi. Jika menunjukkan hasil efektif, akan digunakan di tempat terdampak lainnya.
Artikel Terkait
Karhutla Kepung Kampus UNISKA Kalsel, Asap Pekat Bikin Perkuliahan Diliburkan
Cerita Penumpang Jadi Korban Pesawat Delay usai Kabut Asap Pekat Selimuti Palembang: Semua Ruang Tunggu sampai Resto Full
Kabut Asap Palembang: ISPU Tembus 1.200, Jarak Pandang Terganggu, hingga Pernapasan Sesak
Berangkat Sekolah di Tengah Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Ditabrak Truk di Malaysia
Kabut Asap Kalteng: BNPB Akui Jarak Pandang Jadi Kendala Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca
Kabut Asap Palangka Raya: Hujan Mulai Turun dan Penanganan Gangguan Kesehatan oleh Dinkes
Asap Pekat dan Angin Berubah Arah, Begini Kronologi Tragedi Karhutla Bromo
Kapolri Ungkap Keterlibatan Orang Asing dalam Kasus Karhutla, 98 Kasus Naik ke Penyidikan
Karhutla Gunung Lawu Makin Meluas, Pemkab Karanganyar Tetapkan Status Tanggap Darurat
3 Hari Padamkan Api Karhutla, Warga Papua Hadapi Ancaman di Tanah Leluhur
Unggahan dr Tirta soal Karhutla Disorot Ribuan Warganet, Ini Komentar Mereka
“Masa Bersuara tentang Karhutla Gak Boleh?” Curhatan Wendy Cagur Tuai Respons
Viral Bersikap Arogan ke Mahasiswa yang Suarakan Karhutla, Ajudan Gubernur Kaltim Sebut Tindakan Spontan dan Tanpa Instruksi
Prabowo Sebut Karhutla sebagai Terorisme Lingkungan, Membahayakan Kesehatan Rakyat hingga Siap Cabut Izin Perusahaan
Polri Usut 98 Laporan Karhutla Korporasi, 11 Perusahaan Kini Jadi Tersangka
Soroti Karhutla Pakai Bahasa Jawa, Politikus Malaysia: Kobongan Alas Kudu Dipateni
Malaysia Terganggu Kabut Asap Karhutla RI, Menko PMK Ungkap Langkah Pemerintah