BerandaNews.Com - Sorotan mainan anak berupa suntikan dengan jarum yang terpasang, jadi perbincangan di media sosial.
Para orang tua di platform media sosial Threads mengungkapkan kekhawatirannya usai menemukan mainan anak berupa suntikan.
Tak hanya para orang tua, sejumlah dokter turut bersuara mengenai menjamurnya mainan tersebut.
“Saya belum lihat langkah konkret yang cukup jelas sampai saat ini, apa harus nunggu sampai ada anak yang terluka, bahkan mengalami infeksi serius, baru semua bergerak?” tulis salah satu dokter spesialis anak lewat akun Threads pribadinya, @dokter_levi pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Dalam unggahannya itu, ia membagikan poster edukasi agar waspada dengan mainan suntikan.
“Sekilas terlihat seperti mainan biasa, tapi jarum yang dapat menusuk kulit berisiko mencederai anak,” imbuhnya.
Luka tusuk, infeksi luka, hingga penularan penyakit melalui darah pada jarum bekas yang sudah terkontaminasi juga masuk dalam daftar risiko.
Oleh karena itu, ia mengajak warganet untuk memviralkan utas mengenai mainan tersebut agar ada penindakan dari pihak terkait.
“Gerakkan jempol kalian, komentari, bagikan, dan viralkan ini agar ada langkah nyata untuk melindungi anak-anak, kita gak mau menebar ketakutan. Kita ingin mencegah korban,” tegasnya.
Sebelumnya, viral unggahan seorang guru yang menyita mainan suntikan dari para siswanya.
“Hasil razia suntikan, tajam ya. Ada jarumnya,” ujar perekam video dalam unggahan akun Threads @arigalangsa pada Senin, 19 Oktober 2026 lalu.
Saat ditanya dari mana mendapatkan mainan tersebut, anak-anak menjawab bahwa dijual bebas oleh penjual mainan di depan sekolah.
“Mohon ke pedagang agar bisa membantu kami orang tua atau guru agar tidak menjual kepada anak dibawah umur mainan yang kira-kira bisa menjadi bahaya,” imbuhnya.
Unggahan serupa juga dibagikan oleh akun Threads @dhantii_r97 yang menemukan mainan tersebut dimiliki oleh keponakanannya.
Artikel Terkait
Masya Allah! Dua Ibu di Bulukumba Berangkat Umroh dari Hadiah Juara 1 Domino Anak
Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Badan Geologi Larang Aktivitas dalam Radius 5 Km
Kepala BGN Tepis Narasi MBG Tidak untuk Anak Panti Asuhan: Ada Mekanisme dan Regulasinya
Anak Pria yang Meninggal Saat Nonton Sound Horeg di Jember Klarifikasi, Ternyata Ayahnya Suka
BTN Housingpreneur Batch 3 di ITB, Dorong Anak Muda Bandung Lahirkan Inovasi Perumahan
Gandeng Anak Muda, Pemkab Situbondo Buka Pasar Produk Unggulan ke Bogor
Anak Krakatau Erupsi 5 Kali, Abu Vulkanik Capai 4.000 Kaki dan Bergerak ke Banten
Nasib Terduga Pelaku Bullying Anak Disabilitas hingga Tewas di Surabaya, Polisi: Tunggu Pemeriksaan Psikologi
Kondisi Psikologis Terduga Pelaku Kasus Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya Diperiksa, Bakal Jadi Penentu Penanganan Lanjutan
Niat Beli Obat Berujung Duka, Ibu di Ponorogo Meninggal di Atas Motor dan Tinggalkan 4 Anak