Senin, 19 Oktober 2026

Layar Sentuh Gantikan Tombol Fisik, Kemudahan Mobil Modern Kini Dipertanyakan

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Senin, 19 Oktober 2026 | 00:21 WIB
Tren layar sentuh dan fitur digital pada mobil/NKRI24JAM
Tren layar sentuh dan fitur digital pada mobil/NKRI24JAM

Salah satu aspek penting dalam keselamatan berkendara adalah eyes-off-road time, yaitu waktu ketika mata pengemudi tidak tertuju pada jalan.

Semakin lama perhatian visual teralihkan, semakin besar peluang pengemudi terlambat mengenali perubahan kondisi lalu lintas, kendaraan yang mengerem mendadak, atau keberadaan pengguna jalan lainnya.

Penelitian AAA Foundation for Traffic Safety yang dipublikasikan pada September 2017 mengukur tuntutan visual dan kognitif ketika pengemudi melakukan sejumlah aktivitas melalui sistem infotainment.

Aktivitas yang diuji mencakup melakukan panggilan, mengirim pesan, mengatur audio, dan memasukkan tujuan navigasi.

Penelitian tersebut mencatat bahwa memasukkan tujuan navigasi membutuhkan waktu rata-rata sekitar 40 detik untuk diselesaikan.

Angka ini bukan berarti pengemudi terus-menerus memandang layar selama 40 detik, tetapi menunjukkan bahwa tugas tersebut dapat menyita perhatian selama proses pengerjaannya.

Pada kecepatan 40 km/jam, kendaraan dapat menempuh sekitar 444 meter dalam waktu 40 detik. Artinya, jika pengemudi melakukan pengaturan navigasi ketika mobil bergerak, proses tersebut berlangsung saat kendaraan terus melaju dan situasi jalan tetap berubah.

Karena itu, persoalannya bukan semata-mata apakah layar sentuh lebih berbahaya daripada semua tombol fisik. T

ingkat gangguan juga dipengaruhi oleh kompleksitas menu, ukuran dan keterbacaan tampilan, penempatan kontrol, durasi interaksi, serta kondisi lalu lintas.

Tombol Fisik Bukan Berarti Teknologi Harus Ditinggalkan

Meski tren layar sentuh patut dievaluasi, bukan berarti seluruh pengaturan digital harus dihilangkan dari mobil modern.

Sistem infotainment tetap memiliki manfaat, terutama untuk navigasi, informasi perjalanan, konektivitas ponsel, dan sejumlah pengaturan yang tidak perlu dilakukan berulang kali ketika kendaraan bergerak.

Penelitian AAA Foundation for Traffic Safety yang dipublikasikan pada 2018 juga membandingkan sistem infotainment bawaan kendaraan dengan Apple CarPlay dan Android Auto.

Untuk tugas-tugas yang diuji, kedua sistem tersebut secara umum menghasilkan tuntutan perhatian yang lebih rendah dibandingkan sejumlah sistem bawaan yang diteliti. Namun, tingkat tuntutan tetap bervariasi menurut kendaraan, fungsi, dan cara pengoperasiannya.

Temuan tersebut memperkuat pentingnya menilai desain dan pengalaman penggunaan setiap sistem, bukan sekadar melihat apakah kendaraan sudah dilengkapi teknologi terbaru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X