Besaran erupsi berikutnya belum dapat dipastikan sehingga perkembangan kegempaan masih terus dipantau.
Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung, dan pendaki dilarang memasuki kawasan dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan.***
Artikel Terkait
Peduli Korban Gempa Sulbar, Komunitas 86 SMA 1 Bulukumba Serahkan 15 Karung Bantuan
Warga Desa Barombong Galang Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar
Polres Bulukumba Gelar Sholat Gaib Doakan Korban Gempa Bumi Di Cianjur
Ratusan Relawan Bogar "Sodara’Ta" Turun Gunung Antar Pasangan HB Jilid II Pencabutan Nomor Urut
Serpihan Pesawat ATR IAT Ditemukan di Gunung Bulu Saraung, Maros
Dua Gempa Guncang Indonesia dalam 42 Menit, Sumba M6,1 Disusul Aceh M5,9
Gempa Guncang Sumba Barat Daya NTT, 20 Rumah Rusak dan Warga Terluka
Gempa M5,2 Lombok Barat Dirasakan Kuat di Mataram, BMKG Ungkap Pemicunya
Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga, Badan Geologi Larang Aktivitas dalam Radius 5 Km
Gempa M 5,7 Guncang Wilayah Sukabumi, Ini Data Terbaru BMKG
Ilmuwan Jepang Punya Cara Tak Biasa Selamatkan Warga dari Gempa: Pakai Pengeras Suara Masjid
Gempa Guncang Wilayah Sorong, Pusatnya Berada 11 Km dari Kota