nasional

Shamsi Ali: Paham Sekunder dan Kemunafikan Dalam Menyikapi Keadilan dan HAM

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Ia membandingkan kecaman terhadap kebijakan wajib jilbab di Iran dengan pembatasan penggunaan jilbab yang menurutnya terjadi di Prancis, India, dan Azerbaijan.

Menurutnya, prinsip keadilan dan HAM harus diterapkan secara konsisten, tanpa membedakan negara, latar belakang, maupun keyakinan pihak yang memperjuangkannya.

Ia juga mengkritik penggunaan slogan “My Body, My Choice” yang dinilainya seharusnya berlaku bagi perempuan yang memilih mengenakan jilbab atas dasar iman dan kesadaran pribadi.

Bagi Shamsi Ali, pilihan seorang perempuan untuk menutup aurat merupakan bagian dari kebebasan hati nurani yang patut dihormati.

Jilbab dan Hak atas Pendidikan

Lebih lanjut, Shamsi Ali menilai pembatasan penggunaan jilbab dapat berdampak pada pemenuhan hak perempuan, terutama dalam memperoleh pendidikan dan pekerjaan.

Ia menegaskan, perbedaan keyakinan maupun ekspresi keagamaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghalangi seseorang mengenyam pendidikan atau menjalankan profesinya.

Menurutnya, negara yang menjunjung tinggi keadilan harus melindungi kebebasan warganya, bukan justru membatasi praktik keagamaan yang dijalankan atas dasar kesadaran pribadi.

“Keadilan tidak boleh bermuka dua!” tulis Shamsi Ali dalam penutup opininya.

Ia menyatakan dukungannya kepada perempuan Muslim di Azerbaijan yang memperjuangkan hak untuk belajar, mengajar, dan menjalani kehidupan sesuai dengan keyakinan serta identitas mereka tanpa rasa takut.

Bagi Shamsi Ali, jilbab bukan sekadar penutup kepala, melainkan juga bagian dari identitas, kehormatan, dan ibadah bagi perempuan Muslim yang mengenakannya.

 

Halaman:

Tags

Terkini