Selasa, 20 Oktober 2026

Jadi Destinasi Wisata Dunia, Gubernur Koster Ungkap Alasan Antrean Panjang SPBU di Bali Jadi Sorotan Internasional

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 05:00 WIB
Antrean warga yang mengular di sejumlah SPBU Pertamina di Bali. (Threads/dimassuryah)
Antrean warga yang mengular di sejumlah SPBU Pertamina di Bali. (Threads/dimassuryah)

BerandaNews.Com - Pemerintah Provinsi Bali bakal memperpanjang aturan ganjil genap pembelian bahan bakar minyak (BBM) hingga Jumat, 23 Oktober 2026.

Kebijakan ganjil genap tersebut sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Senin, 19 Oktober 2026.

Namun, diperpanjang untuk menjaga kelancaran distribusi BBM sekaligus mengantisipasi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil genap yang berakhir terakhir hari ini, itu akan ditambahkan mulai besok sampai hari Jumat tanggal 23 Oktober nanti,” ujar Gubernur Bali I Wayan Koster kepada awak media usai menghadiri rapat koordinasi mengenai pasokan BBM Bali di Denpasar pada Senin, 19 Oktober 2026.

Perpanjangan aturan ganjil genap BBM Bali dilakukan setelah penerapan kebijakan tersebut diklaim efektif mengurangi antrean kendaraan di sejumlah SPBU.

Koster juga menyebut bahwa distribusi BBM berjalan lancar sejak akhir pekan.

“Dalam beberapa hari ini situasinya sudah normal, sudah bagus bahkan seperti sebelum terjadi masalah,” tegasnya.

“Yang ternyata sangat efektif, hari Sabtu dan Minggu sampai hari ini secara umum suplai minyak ke stasiun pengisian bahan bakar umum berjalan dengan lancar dan tidak lagi antrean banyak,” imbuh Koster.

Meski diklaim menunjukkan hasil efektif mengurai antrean panjang, Koster mengungkapkan kebijakan ganjil genap itu akan dievaluasi.

Adapun dalam penerapan aturan ganjil genap ini, masyarakat harus menyesuaikan angka terakhir pelat nomor kendaraan dengan tanggal pembelian BBM.

Kendaraan berpelat nomor ganjil dilayani pada tanggal ganjil, sedangkan kendaraan berpelat nomor genap dilayani pada tanggal genap.

Dalam kesempatan yang sama, Koster menyebut bahwa pemulihan distribusi BBM di Bali perlu perhatian khusus, mengingat Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia.

“Ini perlu menjadi pemahaman kita bersama karena Bali merupakan destinasi wisata utama dunia menjadi perhatian negara-negara luar, jadi apa yang terjadi di Bali ini menjadi sorotan besar, sesuatu yang terjadi di Bali itu langsung mendunia,” terangnya.

“Karena itu situasi ini harus terus dijaga demi menciptakan suasana yang nyaman dan aman,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

2.458 Penerbangan Nyaris Batal, Imbas Asap Karhulta

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:30 WIB
X