Kamis, 22 Oktober 2026

Ibunya Dicekik dan Disekap, Bocah Laki-laki di Pontianak Jalan 2 Km ke Kantor Polisi untuk Laporkan sang Ayah

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:29 WIB
Anak laki-laki di Pontianak, Kalimantan Barat melaporkan dugaan KDRT yang dilakukan ayahnya kepada ibunya. (Instagram/polresta_pontianak)
Anak laki-laki di Pontianak, Kalimantan Barat melaporkan dugaan KDRT yang dilakukan ayahnya kepada ibunya. (Instagram/polresta_pontianak)

BerandaNews.Com - Sebuah video tentang seorang anak laki-laki di Pontianak yang berjalan 2 kilometer untuk melaporkan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) orang tua viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, anak tersebut pergi ke kantor polisi dan meminta bantuan untuk menyelamatkan ibunya.

“Mama kena siksa sama bapak di rumah,” ujar anak yang mengenakan kaos kuning dalam unggahan video @polresta_pontianak pada Rabu, 21 Oktober 2026.

“Kesini dari rumah naik apa?” tanya salah satu petugas yang kemudian dijawab dengan berjalan kaki.

Bersama dengan petugas kepolisian, bocah tersebut kembali ke rumah setelah melaporkan tindakan KDRT sang ayah.

“Jalan kaki 2 kilo, minta tolong ke kami kalau ibu kena siksa bapaknya,” ungkap petugas.

Lebih lanjut, video menunjukkan momen petugas bertemu dengan ayah tersebut dan mengakui ada masalah di rumah tangga.

"Bertengkar biasa Bang, enggak ada apa-apa. Biasa urusan rumah tangga. Aman, aman," ucap ayah anak tersebut yang dikenal bernama Muhammad Hasan itu.

Barang-barang Pecah di Rumah, Korban Dicekik

Kapolsek Pontianak Barat AKP Basuki Arif Wibowo mengungkapkan bahwa saat mengunjungi rumah di Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Kenari 2, korban yang diketahui bernama Noviana mengaku tidak untuk keluar.

“Setelah sampai TKP, kita coba konfirmasi keadaan, ternyata pengakuan istri dirinya tidak boleh keluar rumah dan ada kekerasan fisik dari suaminya,” ujar Basuki dalam keterangannya pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Saat akan dimintai keterangan lebih jauh, Basuki menyebutkan bahwa Hasan melarikan diri dan polisi langsung membawa korban dan sang anak ke tempat aman.

"Pelaku melarikan diri, kenapa kita tidak kejar saat itu? Karena kita mengutamakan keselamatan ibu dan mental anaknya yang mungkin dalam keadaan syok," jelasnya.

“Setelah diselamatkan, korban membuat laporan dan diantar ke rumah sakit,” imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X