Rabu, 21 Oktober 2026

Bukan Cuma Krisis Iklim, Ini Isi Spanduk yang Dibentangkan 6 Aktivis di Bundaran HI

Photo Author
Basran, Beranda-news.com
- Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:35 WIB
Spanduk berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim dan biaya hidup dibentangkan Greenpeace di Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026. (Sumber: Threads/Greenpeace)
Spanduk berisi kritik terhadap penanganan krisis iklim dan biaya hidup dibentangkan Greenpeace di Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026. (Sumber: Threads/Greenpeace)

BerandaNews.Com — Enam aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026.

Aksi tersebut dilakukan bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk mendesak pemerintah lebih serius menangani krisis iklim.

Polisi bersama unsur TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian mengevakuasi keenam aktivis tersebut dari atas monumen.

Isi Spanduk Kritik Greenpeace di Bundaran HI

Greenpeace membentangkan dua spanduk berukuran besar yang memuat kritik terhadap penanganan krisis iklim dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Salah satu spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”, sedangkan spanduk lainnya berbunyi “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”.

Dalam keterangan resminya pada Selasa, Greenpeace menyebut aksi tersebut sebagai bentuk desakan agar pemerintah memperhatikan dampak krisis iklim terhadap kualitas hidup masyarakat.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait mengatakan, “Greenpeace Indonesia terus menggaungkan suara masyarakat, mendesak Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuka mata terhadap krisis iklim yang makin memperburuk kualitas hidup masyarakat.”

Greenpeace menyoroti bencana ekologis, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, serta kenaikan biaya hidup yang dinilai membebani masyarakat.

Enam Aktivis Diamankan Polisi

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan keenam aktivis terdiri atas dua perempuan dan empat laki-laki yang membentangkan spanduk sekitar pukul 06.05–06.15 WIB.

Menurut Reynold, seorang aktivis perempuan terlihat lemas saat turun sehingga langsung dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.

“Kami mengutamakan keselamatan jiwa raga kepada saudara-saudara kita yang sedang mengekspresikan pendapatnya di atas Patung Selamat Datang,” kata Reynold.

Proses evakuasi melibatkan kepolisian, Kodim 0501 Jakarta Pusat, serta petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan Jakarta Pusat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Basran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

2.458 Penerbangan Nyaris Batal, Imbas Asap Karhulta

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:30 WIB
X