Kebakaran yang terjadi di kawasan Penanjakan tersebut menjadi perhatian karena area tersebut merupakan salah satu bagian dari kawasan wisata Bromo yang banyak dikunjungi wisatawan.
Hingga Minggu (18/10/2026), TNBTS belum menetapkan kapan pembatasan akses tersebut akan berakhir.
Pembukaan kembali akses akan menunggu perkembangan kondisi kebakaran dan keputusan dari pihak pengelola kawasan.
Wisatawan maupun pelaku jasa wisata yang telah merencanakan kunjungan ke Penanjakan diimbau memperhatikan informasi resmi dari TNBTS sebelum melakukan perjalanan.
Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri memasuki area yang masih dibatasi.
Kepatuhan terhadap pembatasan diperlukan agar proses penanganan kebakaran dapat berlangsung tanpa menambah risiko bagi wisatawan maupun pihak yang berada di lokasi.***
Artikel Terkait
Antisipasi Karhutla, Polres Bulukumba Siagakan Pasukan dan Peralatan
Karhutla Kepung Kampus UNISKA Kalsel, Asap Pekat Bikin Perkuliahan Diliburkan
Kondisi Palangka Raya 10 Oktober: Asap Masih Menyelimuti, Warga Keluhkan Penanganan Karhutla
Asap Karhutla Sampai Negara Tetangga, Bakom RI Minta Malaysia-Singapura Memahami Kondisi Indonesia
Sebut 54 Hektare Terbakar, Relawan TNPT Desak Pemerintah Tangani Karhutla dalam Skala Besar: Sebelum Semuanya Terlambat
Karhutla Kalteng Belum Usai, ISPU Palangka Raya Tembus Angka 1.300
Karhutla Belum Reda, Rudy Mas'ud Terlihat Ada di Singapura
Tak Naikan Status Karhutla Jadi Bencana Nasional, Pemerintah: Belum Perlu
Asap Pekat dan Angin Berubah Arah, Begini Kronologi Tragedi Karhutla Bromo
Bahaya Karhutla untuk Penghendara Motor: Dari Risiko Pernapasan hingga Panduan Amankan Perjalanan
Bukan Cuma Jakarta, Asap Karhutla Kini Terdeteksi di Banten dan Jawa Barat
Dua Penerbangan Soekarno-Hatta Dibatalkan Imbas Karhutla, Penumpang Perlu Cek Jadwal
Sempat Masuk Atmosfer Jakarta, Asap Karhutla Kini Mulai Menjauh ke Arah Barat