Papua, Berandanews.Com — Emisi karbon akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Indonesia telah melampaui 35 juta ton pada 2026, menurut data yang dipaparkan NASA Earth Observatory pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Angka tersebut menempatkan emisi kebakaran di Papua pada posisi tertinggi ketiga setelah 2015 dan 1997, dua tahun yang juga mengalami kebakaran parah saat fenomena El Niño.
NASA turut menampilkan citra satelit NOAA-20 yang merekam kepulan asap tebal dari bagian selatan Pulau New Guinea pada 11 Oktober 2026.
Baca Juga: Malaysia Terganggu Kabut Asap Karhutla RI, Menko PMK Ungkap Langkah Pemerintah
Emisi Karbon Melonjak, Asap Ganggu Aktivitas Warga
Data Global Fire Emissions Database (GFED) yang dikutip NASA menunjukkan besarnya emisi karbon dari kebakaran di sisi barat Pulau New Guinea, termasuk wilayah Papua Indonesia.
Di Papua Nugini, yang berada di bagian timur pulau tersebut, emisi karbon akibat kebakaran juga mendekati 32 juta ton hingga 19 Oktober 2026.
NASA melaporkan asap kebakaran telah menyelimuti sebagian kawasan New Guinea selama berminggu-minggu dan memperburuk kualitas udara.
Gangguan yang dilaporkan mencakup penerbangan tertunda atau dibatalkan, sekolah ditutup, serta imbauan penggunaan masker bagi anak-anak dan lansia di sejumlah wilayah.
Robert Field, peneliti dari NASA Goddard Institute for Space Studies dan Columbia University, menjelaskan sebagian asap dapat terangkat ke atmosfer melalui aktivitas badai, tetapi banyak yang tetap berada dekat permukaan dan mengganggu kualitas udara.
“It’s a horrible situation (Ini situasi yang mengerikan),” kata Field, menggambarkan kondisi tersebut.
Baca Juga: 3 Hari Padamkan Api Karhutla, Warga Papua Hadapi Ancaman di Tanah Leluhur
Kekeringan dan Aktivitas Manusia Perbesar Risiko
NASA menjelaskan kondisi kering yang berkaitan dengan El Niño telah meningkatkan kerentanan ekosistem di Pulau New Guinea terhadap kebakaran.
Artikel Terkait
Toyota Hadirkan Proactive Agent Call, Pemilik Mobil Bisa Dihubungi Sebelum Meminta Bantuan
Muhammad Lutfi Beri Hormat kepada Haji Isam, Soroti Akusisi Saham Bayan Resources 30,25 Persen
Krisis BBM Bikin Pusing? Simak Tips Hemat Bensin Motor Agar Tidak Sering Antri
Kebakaran Kembali Muncul di Barito Kuala, Warga Dibayangi Kepulan Asap
Ratusan Korban Dugaan Keracunan MBG di Cirebon, Dadan Halim Pertanyakan Menu Telur
Marak Mainan Suntikan Dijual ke Anak-anak, Orang Tua Harap Ada Perhatian Serius: Ini Bahaya Banget
Kepala MI di Lamongan Maafkan Oknum TNI yang Lakukan Pemukulan: Kontrol Emosi, Jaga Kesabaran dan Jangan Diulangi
Badai HKI Hantam BYD: Merek Denza Digugat Rp9,5 Triliun di PN Jakarta Pusat
Spesifikasi Hero Xtreme 160R 4V Yang dijual Rp24 jutaan Siap Hadapi Yamaha MT-15
Polwan dan Bhayangkari Polres Bulukumba Datangi Nakla Bayi Viral Di Rawat Nenek, Bawa Bantuan dan Doa Kesembuhan