Jumat, 23 Oktober 2026

Temuan NASA, Emisi Karbon Karhutla Papua Tembus 35 Juta Ton, Tertinggi Ketiga dalam Sejarah

Photo Author
Sudirman, S.Sos., Beranda-news.com
- Jumat, 23 Oktober 2026 | 11:43 WIB

Papua, Berandanews.Com — Emisi karbon akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Indonesia telah melampaui 35 juta ton pada 2026, menurut data yang dipaparkan NASA Earth Observatory pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Angka tersebut menempatkan emisi kebakaran di Papua pada posisi tertinggi ketiga setelah 2015 dan 1997, dua tahun yang juga mengalami kebakaran parah saat fenomena El Niño.

NASA turut menampilkan citra satelit NOAA-20 yang merekam kepulan asap tebal dari bagian selatan Pulau New Guinea pada 11 Oktober 2026.

Baca Juga: Malaysia Terganggu Kabut Asap Karhutla RI, Menko PMK Ungkap Langkah Pemerintah

Emisi Karbon Melonjak, Asap Ganggu Aktivitas Warga

Data Global Fire Emissions Database (GFED) yang dikutip NASA menunjukkan besarnya emisi karbon dari kebakaran di sisi barat Pulau New Guinea, termasuk wilayah Papua Indonesia.

Di Papua Nugini, yang berada di bagian timur pulau tersebut, emisi karbon akibat kebakaran juga mendekati 32 juta ton hingga 19 Oktober 2026.

Baca Juga: Prabowo Sebut Karhutla sebagai Terorisme Lingkungan, Membahayakan Kesehatan Rakyat hingga Siap Cabut Izin Perusahaan

NASA melaporkan asap kebakaran telah menyelimuti sebagian kawasan New Guinea selama berminggu-minggu dan memperburuk kualitas udara.

Gangguan yang dilaporkan mencakup penerbangan tertunda atau dibatalkan, sekolah ditutup, serta imbauan penggunaan masker bagi anak-anak dan lansia di sejumlah wilayah.

Robert Field, peneliti dari NASA Goddard Institute for Space Studies dan Columbia University, menjelaskan sebagian asap dapat terangkat ke atmosfer melalui aktivitas badai, tetapi banyak yang tetap berada dekat permukaan dan mengganggu kualitas udara.

“It’s a horrible situation (Ini situasi yang mengerikan),” kata Field, menggambarkan kondisi tersebut.

Baca Juga: 3 Hari Padamkan Api Karhutla, Warga Papua Hadapi Ancaman di Tanah Leluhur

Kekeringan dan Aktivitas Manusia Perbesar Risiko

NASA menjelaskan kondisi kering yang berkaitan dengan El Niño telah meningkatkan kerentanan ekosistem di Pulau New Guinea terhadap kebakaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Sudirman, S.Sos.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X