Adapun bidang hukum dan pemberantasan korupsi memperoleh tingkat kepuasan 43,1 persen.
Angka ketidakpuasannya mencapai 47,5 persen, sehingga menjadi salah satu bidang dengan penilaian publik yang lebih rendah.
Bidang ekonomi mencatat angka kepuasan paling rendah, yakni 36,8 persen. Sebaliknya, 57,8 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah di bidang tersebut.
Hanta mengatakan hasil survei tersebut memberikan gambaran mengenai bidang yang masih menjadi perhatian dalam evaluasi kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dia menyebut ekonomi, hukum dan pemberantasan korupsi, serta politik dan stabilitas nasional sebagai tiga bidang yang menjadi catatan dalam hasil survei.
"Data ini memberikan gambaran bahwa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memiliki catatan kritis kinerja pada tiga bidang yakni, ekonomi, hukum dan pemberantasan korupsi, serta politik dan stabilitas nasional," kata Hanta.
Di sisi lain, masyarakat memberikan penilaian lebih tinggi terhadap bidang pendidikan, pertahanan dan keamanan, sosial budaya, serta kesehatan.
Hasil survei tersebut menjadi gambaran mengenai persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan pada periode pengumpulan data 30 September hingga 7 Oktober 2026.
Angka-angka tersebut merupakan hasil pengukuran terhadap responden yang menjadi sampel survei dan tidak secara otomatis menggambarkan penilaian setiap warga Indonesia.
Poltracking sebelumnya juga merilis temuan mengenai tingkat kepuasan secara keseluruhan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dalam hasil survei terbaru yang diberitakan pada 19 Oktober 2026, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan berada di angka 55,3 persen.
Artikel Terkait
Pengamat Intelejen Dukung Listyo Sigit Prabowo Calon Kapolri, Sosok Dekat Dengan Ulama
Presiden Jokowi lantik Listyo Sigit Prabowo Menjadi Kapolri
Ridwan Kamil Terus Tempel Elektabilitas Ganjar, Prabowo, dan Anies
Prabowo Bertemu Surya Paloh, Begini Respon Anies Baswedan
Pidato Presiden Prabowo Minta Swasembada Pangan Dipercepat, Andi Utta: Sudah Kami Kerjakan
Syahruni Haris: TNI-Polri Jadi Mitra Strategis Sukseskan Asta Cita Prabowo di Bulukumba
Ketua Gerindra Bulukumba All Out Dukung Prabowo Hapus Utang Petani-Nelayan
Program MBG Prabowo Sudah Berjalan 6 Bulan di Bulukumba, Dinkes Perkuat Edukasi Higienitas Dapur
Keponakan Prabowo Pimpin Karang Taruna Nasional, Syahruni Haris Beri Selamat
Gerindra Sulsel Gelar Rakorda 2026, Target Menang Pemilu dan Menangkan Kembali Prabowo
Reshuffle Kabinet ke-7, Prabowo Lantik 16 Pejabat: Bahlil Rangkap Dua Jabatan
Suket SMA Gibran Disorot di MK, Ternyata Terbit Sejak Agustus 2019
Presiden FIFA Terpukau Visi Prabowo, Sepak Bola Didorong Jadi Motor Pembangunan Indonesia
Indonesia Juara! Garuda Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti, Prabowo Sampai Joget di Podium
MK Tak Terima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Pemohon Dinilai Tak Punya Legal Standing
Usai Putusan MK, Refly Harun Prediksi Gibran Mundur dan Soroti Jalur Pemakzulan
Gibran Tak Bisa Didiskualifikasi MK, Bivitri Susanti Soroti DPR hingga Penegak Hukum
Gara-Gara Sidang Ijazah Gibran, 9 Hakim MK Dilaporkan ke MKMK
Buntut Putusan MK soal Pendidikan Gibran, PDI-P Buka Peluang Pansus hingga Hak Angket
Rocky Gerung Kritik Langkah DPR dalam Polemik Ijazah Gibran: Putusan MK Jangan Jadi Alat Politik
Gibran Diseret dalam Laporan Suket Pendidikan, Kapolri Suyudi Didesak Buktikan Independensi Polri
Muhammadiyah Hormati Putusan MK soal Gibran, Haedar Nashir: Jangan Menang-Menangan
Prabowo Lantik 7 Pejabat Baru, Letjen Kristomei Sianturi Resmi Jadi Kepala BNPB
Survei Terbaru PPI: Kepuasan terhadap Pemerintah Prabowo Capai 65,4 Persen