BerandaNews.Com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah tidak akan segan menindak tegas perusahaan yang terbukti terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tito mengatakan pemerintah terus mengoptimalkan berbagai upaya pengendalian dan mitigasi karhutla agar dampaknya tidak semakin meluas.
Penanganan dilakukan dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga masyarakat.
"Tapi kita sama-sama melakukan pengendalian, mitigasi kebakaran hutan dan lahan ini, agar tidak berdampak lebih buruk dengan segala cara, termasuk di antaranya kalau memang ada korporasi yang terlibat, pemerintah Indonesia tidak akan segan-segan menindak tegas," ujar Tito kepada awak media Senin, (19/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Tito setelah mengikuti Rapat Tingkat Menteri Membahas Situasi Terkini Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Polkam, Jakarta.
Tito menjelaskan salah satu kendala dalam penanganan karhutla saat ini adalah proses pemadaman di lahan gambut.
Kondisi tersebut membutuhkan air dalam jumlah besar sehingga pemadaman menjadi lebih sulit ketika ketersediaan sumber air terbatas.
Menurutnya, hujan menjadi salah satu faktor penting untuk membantu proses penanganan kebakaran di lahan gambut.
Pemerintah juga berupaya melakukan modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan ketika kondisi memungkinkan.
Namun, upaya tersebut belum dapat berjalan secara optimal karena ketersediaan awan potensial di sejumlah wilayah masih terbatas.
"Nah, sekarang hambatannya apa? Kalau seandainya benih awannya enggak ada, sehingga tidak terjadi hujan alami, maupun hujan buatan yang dicoba tidak ada, itu, itu hambatan," tuturnya.
Selain persoalan hujan, keterbatasan akses terhadap sumber air dalam jumlah besar juga menjadi tantangan.
Situasi tersebut semakin sulit ketika sejumlah daerah masih menghadapi musim kemarau.
Pemerintah kemudian mencari alternatif untuk mengatasi keterbatasan air dalam proses pemadaman. Salah satunya dengan menggunakan bahan kimia berupa surfaktan.
Artikel Terkait
Mendagri: Gelaran 10 Juta Bendera di Bulukumba Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM
Antisipasi Karhutla, Polres Bulukumba Siagakan Pasukan dan Peralatan
Karhutla Kepung Kampus UNISKA Kalsel, Asap Pekat Bikin Perkuliahan Diliburkan
Kondisi Palangka Raya 10 Oktober: Asap Masih Menyelimuti, Warga Keluhkan Penanganan Karhutla
Asap Karhutla Sampai Negara Tetangga, Bakom RI Minta Malaysia-Singapura Memahami Kondisi Indonesia
Sebut 54 Hektare Terbakar, Relawan TNPT Desak Pemerintah Tangani Karhutla dalam Skala Besar: Sebelum Semuanya Terlambat
Karhutla Kalteng Belum Usai, ISPU Palangka Raya Tembus Angka 1.300
Karhutla Belum Reda, Rudy Mas'ud Terlihat Ada di Singapura
Tak Naikan Status Karhutla Jadi Bencana Nasional, Pemerintah: Belum Perlu
Asap Pekat dan Angin Berubah Arah, Begini Kronologi Tragedi Karhutla Bromo
Bahaya Karhutla untuk Penghendara Motor: Dari Risiko Pernapasan hingga Panduan Amankan Perjalanan
Bukan Cuma Jakarta, Asap Karhutla Kini Terdeteksi di Banten dan Jawa Barat
Dua Penerbangan Soekarno-Hatta Dibatalkan Imbas Karhutla, Penumpang Perlu Cek Jadwal
Sempat Masuk Atmosfer Jakarta, Asap Karhutla Kini Mulai Menjauh ke Arah Barat
Asap Karhutla Mulai Menjauh, Cek Kondisi Kualitas Udara Jakarta Hari Ini
Satu Petugas Meninggal Dunia di Rumah Sakit, Korban Jiwa Karhutla Gunung Bromo Jadi Lima Orang