Bahan tersebut diharapkan dapat membantu proses pendinginan dan pemadaman api di lahan gambut dengan kebutuhan air yang lebih sedikit dibandingkan metode pemadaman biasa.
"Dengan bahan itu, dengan jumlah air yang kecil yang lebih sedikit, dia mampu untuk mendinginkan dan meredakan, mematikan kebakaran di lahan gambut. Nah, itu adalah salah satu upaya di tengah kesulitan air hujan, alami, maupun modifikasi cuaca," tutupnya.
Tito berharap berbagai langkah yang dilakukan pemerintah bersama pemerintah daerah dan masyarakat dapat segera meredakan karhutla di sejumlah wilayah.
Dia juga berharap ketersediaan benih awan meningkat sehingga upaya modifikasi cuaca dapat kembali dilakukan secara lebih optimal.