nasional

Unggahan dr Tirta soal Karhutla Disorot Ribuan Warganet, Ini Komentar Mereka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:04 WIB
dr Tirta Mandira Hudhi atau Cipeng menyoroti tanggung jawab pemerintah atas udara dan air bersih melalui unggahan Threads, Rabu, 21 Oktober 2026. (Sumber: Threads/@dr.tirta)

BerandaNews.Com — Dokter sekaligus kreator konten Tirta Mandira Hudhi, dikenal sebagai dr Tirta atau Cipeng, menyoroti kualitas udara dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui unggahan di akun Threads pribadinya pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menegaskan bahwa penyediaan udara bersih dan air bersih merupakan tanggung jawab negara kepada masyarakat.

“Udara bersih dan air bersih itu adalah tanggung jawab negara dan pemerintah buat warga negaranya,” tulis dr Tirta dalam unggahan tersebut.

Ia juga mengkritik alasan yang menyebut penanganan persoalan lingkungan berada di luar kendali pemerintah.

Kritik itu turut menyinggung kesiapan pemerintah menghadapi dampak El Nino yang meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla.

dr Tirta mempertanyakan mengapa mitigasi risiko tidak dipersiapkan lebih awal, meskipun potensi dampak El Nino telah diperingatkan.

Mitigasi Karhutla dan Peringatan El Nino

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi El Nino melalui publikasi pada Senin, 29 Juni 2026.

BMKG menyebut fenomena tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan kualitas udara.

Pada akhir Juli 2026, BMKG juga menyampaikan bahwa El Nino diperkirakan bertahan hingga awal kuartal pertama 2027, dengan potensi kekeringan yang perlu diantisipasi.

Peringatan tersebut menekankan perlunya koordinasi pemerintah dan berbagai pihak untuk mengurangi dampak kondisi iklim terhadap masyarakat.

Unggahan dr Tirta Tuai Respons Warganet

Dalam unggahannya, dr Tirta menulis, “Jangan didebat. Jangan bawa2 ‘ini di luar kuasa kami’.”

Ia juga menyinggung waktu persiapan mitigasi dengan menyebut pemerintah semestinya mulai mengantisipasi risiko sejak Juni 2026.

Halaman:

Tags

Terkini