Penyidik kemudian menduga masuknya hewan ke area instalasi bertegangan tinggi, yang dalam pemaparan disebut berada di sekitar Trafo 1, terkait dengan terjadinya korsleting atau hubungan arus pendek.
Gangguan tersebut dapat berdampak pada sistem kelistrikan hingga menyebabkan meluasnya pemadaman listrik di Batam dan Bintan.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan apakah pemadaman tersebut terjadi akibat kesengajaan atau kelalaian. Bareskrim masih memeriksa para tersangka dan saksi, mencocokkan barang bukti, serta mendalami hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Asep mengatakan peneliti juga masih menelusuri penyebab bergesernya salah satu komponen atau bagian instalasi yang ditemukan di lokasi.
"Kami sedang melakukan pendalaman. Kami harus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah ini disengaja. Kalau memang sengaja, siapa yang diperintahkan? Namun, jika ini merupakan kelalaian yang menjadi tanggung jawab seseorang dan kewajiban itu tidak dilaksanakan, tentu akan kami dalami juga," kata Asep.
Artikel Terkait
Syukuran HUT Assessment Center Polri Polda Sulsel Diwarnai Doa Bersama dan Pemotongan Tumpeng
Komisi III DPR Dukung Rotasi Perwira Tinggi Polri oleh Kapolri
Dengan Pendekatan Persuasif Ke Mahasiswa, Polri–TNI dan DPRD Ciptakan Aksi Damai di Bulukumba
Aktivis Antikorupsi Bulukumba Dukung Sikap Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian
Jelang HUT RI, TMP Taccorong Dibersihkan TNI-Polri dan Lintas Instansi
Listyo Sigit Jadi KSP, Suyudi Resmi Pimpin Polri
Yuddy Chrisnandi Soroti Perombakan 88 Perwira Polri di Awal Kepemimpinan Suyudi Ario Seto
Gibran Diseret dalam Laporan Suket Pendidikan, Kapolri Suyudi Didesak Buktikan Independensi Polri
Kapolri Turunkan Bareskrim ke Pasar Modal, Kumpulkan Bukti Transaksi DSSA, BREN, CUAN
HUT ke-75 Humas Polri, Polres Bulukumba Berbagi Sembako untuk Pesantren dan Panti Asuhan
Napoleon Bonaparte Dimakamkan Hari Ini, Ini Profil Singkat dan Karirnya di Polri