nasional

Karhutla Kalimantan Timur: Relawan Minta Maaf Sulit Padamkan Api hingga Data BPBD Sebut Area Kebakaran Mulai Menurun

Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:05 WIB
Relawan karhutla kewalahan hadapi pemadaman kebakaran di Kutai Barat, Kaltim. (Instagram/saell.nilong)

BerandaNews.Com - Sejumlah wilayah di Kalimantan Timur masih berjibaku dalam upaya pemadaman api kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Salah satu wilayah yang mengalami karhutla ada di Siluq Ngurai, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Dalam video yang diunggah oleh relawan pemadam, disebutkan bahwa api mendekat ke area dekat dengan pondok ladang milik warga.

Namun, sejumlah kendala dihadapi oleh pemadam, salah satunya peralatan pemadaman hingga akses air.

“Kami mohon maaf karena kami tidak mampu memadamkan api, dimohon bantuannya karena api sangat luar biasa. Kami sangat kekurangan alat dan lain-lain,” ujar relawan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @saell.nilong pada Minggu, 18 Oktober 2026.

“Kami sangat membutuhkan bantuan. Situasi tidak terkendali karena kami kekurangan fasilitas dan alat. Api masih berkobar, berdoa semoga segera padam,” jelasnya.

Selain alat, air yang digunakan untuk memadamkan pun kata relawan tersebut ikut terbatas.

“Semuanya sudah berusaha sebanyak mungkin, cuma terbatas alat pemadaman, air, dan lain-lain, Mohon doanya,” tambahnya.

Kemudian dalam unggahan terbaru, disebutkan bahwa tim pemadam hanya bisa memantau dari jarak jauh karena kendala yang dihadapi.

“Posisi api masih menyala, kami hanya bisa memantau saja karena sudah tidak sanggup untuk melawan api,” tulisnya dalam video yang diunggah pada Senin, 19 Oktober 2026.

Sementara itu, menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur, titik karhutla mulai menunjukkan penurunan pada Oktober 2026 dibandingkan Agustus dan September lalu.

BPBD Kaltim mengungkapkan bahwa Agustus dan September, luasan lahan yang terbakar rata-rata mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare. Sementara pada Oktober, luasan karhutla menurun menjadi sekitar 1.223 hektare.

“Ini sesuai dengan prediksi kita bahwa pada akhir Oktober mulai memasuki musim penghujan,” ujar Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano saat menjadi pembicara terkait karhutla dalam sebuah acara pada Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut Tresna, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kaltim.

Halaman:

Tags

Terkini

2.458 Penerbangan Nyaris Batal, Imbas Asap Karhulta

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:30 WIB