BerandaNews.Com - Sejumlah wilayah di Kalimantan Timur masih berjibaku dalam upaya pemadaman api kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Salah satu wilayah yang mengalami karhutla ada di Siluq Ngurai, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Dalam video yang diunggah oleh relawan pemadam, disebutkan bahwa api mendekat ke area dekat dengan pondok ladang milik warga.
Namun, sejumlah kendala dihadapi oleh pemadam, salah satunya peralatan pemadaman hingga akses air.
“Kami mohon maaf karena kami tidak mampu memadamkan api, dimohon bantuannya karena api sangat luar biasa. Kami sangat kekurangan alat dan lain-lain,” ujar relawan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @saell.nilong pada Minggu, 18 Oktober 2026.
“Kami sangat membutuhkan bantuan. Situasi tidak terkendali karena kami kekurangan fasilitas dan alat. Api masih berkobar, berdoa semoga segera padam,” jelasnya.
Selain alat, air yang digunakan untuk memadamkan pun kata relawan tersebut ikut terbatas.
“Semuanya sudah berusaha sebanyak mungkin, cuma terbatas alat pemadaman, air, dan lain-lain, Mohon doanya,” tambahnya.
Kemudian dalam unggahan terbaru, disebutkan bahwa tim pemadam hanya bisa memantau dari jarak jauh karena kendala yang dihadapi.
“Posisi api masih menyala, kami hanya bisa memantau saja karena sudah tidak sanggup untuk melawan api,” tulisnya dalam video yang diunggah pada Senin, 19 Oktober 2026.
Sementara itu, menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur, titik karhutla mulai menunjukkan penurunan pada Oktober 2026 dibandingkan Agustus dan September lalu.
BPBD Kaltim mengungkapkan bahwa Agustus dan September, luasan lahan yang terbakar rata-rata mencapai 3.000 hingga 4.000 hektare. Sementara pada Oktober, luasan karhutla menurun menjadi sekitar 1.223 hektare.
“Ini sesuai dengan prediksi kita bahwa pada akhir Oktober mulai memasuki musim penghujan,” ujar Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltim, Tresna Rosano saat menjadi pembicara terkait karhutla dalam sebuah acara pada Senin, 19 Oktober 2026.
Menurut Tresna, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kaltim.
Artikel Terkait
Dua Tahun DPO Kasus Penganiayaan, Pelaku Diringkus Tim Resmob Polres Bulukumba di Kalimantan
Pindah Tugas Ke Kalimantan, Kapolres AKBP Supriyanto Pamit, Terimah Kasih Warga Bulukumba
Antisipasi Karhutla, Polres Bulukumba Siagakan Pasukan dan Peralatan
Bulukumba Bidik Pasar Kalimantan, Siap Kirim Pangan Lewat Jalur Laut
Gempa M5,2 Lombok Barat Dirasakan Kuat di Mataram, BMKG Ungkap Pemicunya
Karhutla Kepung Kampus UNISKA Kalsel, Asap Pekat Bikin Perkuliahan Diliburkan
Waspada Cuaca Ekstrem Mengintai Jabodetabek 10-11 Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Terdampak
Kondisi Palangka Raya 10 Oktober: Asap Masih Menyelimuti, Warga Keluhkan Penanganan Karhutla
Gempa M 5,7 Guncang Wilayah Sukabumi, Ini Data Terbaru BMKG
Asap Karhutla Sampai Negara Tetangga, Bakom RI Minta Malaysia-Singapura Memahami Kondisi Indonesia
Kemarau Masih Mendominasi, BMKG Ungkap Potensi Hujan pada 9–15 Oktober 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi, Perairan Selatan Jawa hingga Bali Terdampak
Sebut 54 Hektare Terbakar, Relawan TNPT Desak Pemerintah Tangani Karhutla dalam Skala Besar: Sebelum Semuanya Terlambat
Karhutla Kalteng Belum Usai, ISPU Palangka Raya Tembus Angka 1.300
Karhutla Belum Reda, Rudy Mas'ud Terlihat Ada di Singapura
Tak Naikan Status Karhutla Jadi Bencana Nasional, Pemerintah: Belum Perlu
Asap Pekat dan Angin Berubah Arah, Begini Kronologi Tragedi Karhutla Bromo
Bahaya Karhutla untuk Penghendara Motor: Dari Risiko Pernapasan hingga Panduan Amankan Perjalanan
Bukan Cuma Jakarta, Asap Karhutla Kini Terdeteksi di Banten dan Jawa Barat
Dua Penerbangan Soekarno-Hatta Dibatalkan Imbas Karhutla, Penumpang Perlu Cek Jadwal
Sempat Masuk Atmosfer Jakarta, Asap Karhutla Kini Mulai Menjauh ke Arah Barat
Asap Karhutla Mulai Menjauh, Cek Kondisi Kualitas Udara Jakarta Hari Ini
Satu Petugas Meninggal Dunia di Rumah Sakit, Korban Jiwa Karhutla Gunung Bromo Jadi Lima Orang
BMKG Catat Ratusan Titik Panas, Ini yang Perlu Diwaspadai